Thursday, April 8, 2010

Home » » Budidaya tanaman BAYAM

Budidaya tanaman BAYAM

Thursday, April 8, 2010

BAYAM
Nama Latin: Amaranthus sp.
Nama Inggris: Amaranth


Famili : AMARANTHACEAE
1. Cultivar
�� Varietas bayam yang banyak ditanam dan mempunyai nilai komersial yang tinggi antara lain Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga varietas lokal yang tidak kalah bagus kualitasnya antara lain Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, dan Sukamandi.
2. Syarat tumbuh
�� Bayam termasuk sayuran dataran tinggi. Tetapi
dapat hidup di dataran rendah. Bayam
menghendaki tanah yang subur dan gembur.
Derajat kemasaman (pH) yang diinginkan berkisar 6-
7. Tanah yang pHnya lebih tinggi atau lebih rendah
tanaman bayam tidak dapat tumbuh dengan baik.
3. Penanaman
�� Pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, dan
pembuatan bedengan. Pengolahan tanah untuk
semua jenis bayam hampir sama. Namun untuk
bayam tahunan agak berbeda karena memiliki
akar lebih panjang dari bayam cabut sehingga
pencangkulan lubang lebih dalam.
�� Pemberian pupuk dasar dilaklukan bersamaan
dengan pengolahan tanah. Bedengan penanaman
dibuat dengan ukuran 1 m x 5 m. Sebaiknya
bedengan dibut agak tinggi untuk mencegah
kelurnya benih bayam pada saat disiram. Diantara
bedengan dibuat parit untuk memudahkan
penyiraman. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi
pemupukan disajikan pada Tabel 4. www.vitroculture.blogspot.com
�� Sebelum benih ditabur perlu dicampurkan dengan
abu dengan perbandingan 1 bagian benih : 10
bagian abuuntuk penaburan benih merata & tidak
bertumpuk-tumpuk. Benih bayam dapat ditaburkan
pada garitan yang dibuat menurut baris sepanjang
bedengan dengan jarak antar baris sekitar 20 cm.
Untuk keperluan benih 1Ha sekitarr 5-10 Kg benih.
�� Benih yang ditabur segera ditutup tanah tipis secara
merata kemudian disiram dengan menggunakan
gembor penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore
kecuali turun hujan.
4. Pemeliharaan
�� Aspek penting adalah penyiangan, pengemburan,
pemberian pupuk susulan dan pengendalian
hama/penyakit.
�� Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 MST
selanjutnya dua minggu sekali.
5. Penyakit yang sering menyerang adalah
Downy mildew
�� Ditandai dengan daun bagian atas menguning,
daun bagian bawah berwarna hijau keunguan
pada akhirnya berwarna cokelat. Sering timbul bila
ditanam pada musim hujan dan dingin.
Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik
daun yang diserang. Pemberantasan dengan
Dithane M-45 dosis 1,5-2 g/L
Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber )
�� Ditandai dengan daun menyempit, mengecil,
menggulung dan berkerut. Permukaan daun
berwarna kuning biasanya menyerang daun muda.
Agar tidak meluas tanaman yang terinveksi harus
segera dimusnahkan karena belum ada obatnya.
Pencegahan dilakukan dengan penyiangan gulma,
penyemprotan lalat pembawa virus dengan Ambus
2 EC atau Lannate 2 EC 2 g/L
Penyakit noda daun (leaf spot)
�� Ditandai dengan noda cokelat pada setengah
bagian daun, meluas sehingga menghancurkan
daun. Agar tidak meluas harus tanaman
dihancurkan. Disemprotkan dengan Dithane M-45
dosis 1,5-2 g/L untuk tanaman yang belum diserang.
�� Gangguan ini dapat disebabkan oleh kekurangan
unsur Mn. Upaya penanggulangan diberi Multitonik
(pupuk yang mengandung Mn) dosisnya
disesuaikan dengan kebutuhan. Pencegahan
dengan pemberian kapur pada saat pengolahan
tanah terutama pada tanah yang kekurangan Mn.
6 Pemanenan.
�� Bayam cabut : penjarangan dilakukan 20 HST
kemudian hari ke-25, 30 dan seterusnya hingga
semua selesai panen.
�� Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20
sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm
panen dilakukan sekitar 3 MST caranya pucukpucuk
daun atau pada ujung-ujung cabang telah
dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktuwaktu
bila di perhatikan.



Budidaya Tanaman Lainnya:



 
Copyright 2011. vitroculture.blogspot.com . All rights reserved