Saturday, April 3, 2010

Home » » BUDIDAYA BAWANG DAUN

BUDIDAYA BAWANG DAUN

Saturday, April 3, 2010

Bawang daun Nama Latin: Allium fistulosum L.
Nama Inggris: Welsh onion
Famili : LILIACEAE
1. Cultivar
Rp (Lokal Cipanas), Fragrant, Miranda, Freda, Lorie, Linda
2. Pembibitan dengan Persemaian
Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30 cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2 kg/m.
Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100- 150 cm di sisi Timur dan 60-80 cm di sisi Barat.


�� Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.
�� Tutup dengan daun pisang/karung goni basah.
�� Setelah berkecambah penutup dibuka.
�� Penyiraman setiap hari.
�� Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 - 1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 bulan).
�� Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15 cm
siap dipindah tanamkan.
Pembibitan dari Anakan
�� Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5
bulan dan sehat.
�� Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan
tanah yang menempel dan akar/daun tua.
�� Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa
rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
�� Buang sebagian daun.
�� Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama
5-7 hari.
3. Pengolahan Lahan
�� Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum
tanam.
�� Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat
(lahan kering):
a) Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
b) Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur.
c) Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran
air.
d) Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm
dengan lebar antar bedengan 25-30 cm.
e) Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha
pupuk kandang dan ratakan permukaan
bedengan.
�� Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5
dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata
dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
�� Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan
disajikan pada Tabel 1.
4. Penanaman
�� Biasanya ditanaman dengan pola tanam tumpang
sari.
�� Bibit ditanam di antara tanaman utama yang
berumur lebih panjang dari bawang daun.
�� Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup,
bawang daun harus sudah dipanen.
�� Sistem tumpang sari yang sekarang banyak
ditanam adalah dengan tanaman cabe, wortel
dan sayuran daun lain.
�� Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober)
atau awal kemarau (Maret).
�� Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm
sedalam 10 cm.
�� Sebelum penanaman, bibit dari persemaian
dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun
dipotong.
�� Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga
dibuang.
�� Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah
(30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
�� Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di
sekitar pangkal bibit pelan-pelan.
5. Pemeliharaan
�� Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam.
Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan
6 minggu dengan cangkul/kored.
�� Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu
sebelum panen
�� Potong tangkai bunga dan daun tua untuk
merangsang pertumbuhan anakan.
�� Siram 2 kali sehari
�� Tidak boleh becek/terlalu basah.
�� Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu /jika
sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama
dan penyakit.
Hama dan Penyakit
�� Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.)
Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan
tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia
dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade
50 EC atau dengan perangkap ngengat.
�� Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian
mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari,
menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman
dengan tanaman bukan Liliaceae. Pengendalian
kimia: umpan beracun yang dipasang di malam
hari berupa campuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125,
10 kg dedak dan 0,5 gram gula merah dan
dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa
Dursban 20 EC atau Hostahion 40 EC.
�� Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.)
Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae;
menanam secara serempak; memasang
perangkap serangga berupa kertas/dengan
insektisida Mesurol 50 WP.
�� Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.)
Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah,
pergiliran tanaman dengan tanaman bukan
Liliaceae dan menggunakan bibit sehat. Fungisida
yang digunakan adalah Antracol 70 WP, Dithane M-
45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.
�� Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor
(Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan
benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman
bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45,
Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.
�� Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.)
Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna
kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk.
Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea,
penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan
kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida
Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.
�� Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.)
Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun
mengecil dan tanaman mati mendadak.
Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat,
perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan
tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman
yang sakit dan fungisida Antracol 70 WP dan
Daconil 75 WP.
6. Panen
�� Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam.
�� Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa
daun menguning.
�� Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di
sore hari/pagi hari.
�� Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.



Budidaya Tanaman Lainnya:



 
Copyright 2011. vitroculture.blogspot.com . All rights reserved