Tuesday, April 27, 2010

Home » » BUDI DAYA BUNCIS

BUDI DAYA BUNCIS

Tuesday, April 27, 2010

Nama Latin: Phaseolus vulgaris.
Nama Inggris: French Beans
Famili : LEGUMINOCEAE
1. Cultivar
�� Lebat 1, Gypsy, Early Bush, Green Coat, Purple Coat
2. Penyiapan Benih




�� Benih yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : mempunyai daya tumbuh minimal 80-85 %, bentuknya utuh, bernas, warna mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam dan tidak tercampur varietas lain serta bersih dari kotoran.
�� Apabila jumlah benih yang ada melebihi jumlah benih yang dibutuhkan, maka dibutuhkan suatu penyimpanan dengan memberi suhu 18-20ÂșC, RH 50-60%, kandungan air benih 14%.
3. Persiapan Lahan
Pembukaan Lahan
�� Lahan dapat dibersihkan secara manual yaitu
dengan cara mencabut gulma dengan tangan,
cangkul ataupun traktor. Dan secara kimia yaitu
dengan menggunakan herbisida. Setelah bersih,
tanah dicangkul 1-2 kali sedalam 20-30 cm.
Pembuatan Bedengan
�� Bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5 meter,
lebar 1 meter dan tinggi 30 cm,jarak antar
bedengan 40-50 cm. Untuk tanah pekarangan
dibuat guludan dengan panjang 5 meter, lebar 20
cm, tinggi 10-15 cm dan jarak antar guludan 70 cm.
Pengapuran
�� Tanah di Indonesia umumnya bersifat masam,
sebelum penanaman diperlukan pengapuran
dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman.
4. Penanaman
Penentuan Pola Tanam
�� Jarak penanaman adalah 20x50 cm atau 20x40 cm.
Penentuan jarak tanam harus diperhatikan karena
berhubungan dengan ketersediaan air, unsur hara,
dan cahaya matahari.
Pembuatan Lubang Tanam
�� Membuat lubang tanam dengan cara ditugal.
Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah remah dan
gembur. Untuk tanah liat ukuran 2-4 cm.
Cara Penanaman
�� Tiap lubang tanam diisi 2-3 butir benih.
4. Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman
�� Penyulaman dilakukan dibawah 10 HST
Pengguludan
�� Peninggian guludan dilakukan setelah 20-40 hari
setelah tanam.
Pemangkasan
�� Pemangkasan dilakukan sebatas pembentukan
sulur setelah tanaman berumur 2 dan 5 minggu.
Pemupukan
�� Pemupukan dilakukan pada umur 14-21 HST.
Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan
disajikan pada Tabel 6. www.vitroculture.blogspot.com
Pengairan
�� Biasanya pengairan dilakukan pada musim
kemarau yaitu pada umur 1-15 hari dilakukan 2 kali
sehati pagi dan sore. Bila penanaman dilakukan
pada musim hujan, yang perlu diperhatikan adalah
masalah pembuangan saja.
Pemeliharaan Lain
�� Ajir perlu diberikan agar pertumbuhan dapat lebih
baik. Panjang ajir 2 m dan lebar 4 cm dipasang
secara berhadapan dan diikat menjadi satu bagian
pada ujungnya. Pemberian ajir pada saat tanaman
berusia 20 hari.
5. Panen dan Pascapanen
Ciri dan Umur Panen
�� Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berusia
60 hari dan polong memperlihatkan ciri-ciri : warna
polong agak muda dan suram, permukaan kulitnya
agak kasar, Biji dan polong belum menonjol dan
polong akan mengeluarkan bunyi letupan jika
dipatahkan.
Periode Panen
�� Pemanenan dilakukan secara bertahap yaitu setiap
2-3 hari sekali dan dihentikan pada saat tanaman
berumur 80 hari atau 7 kali panen.
Sortasi
�� Plong buncis yang cacat akibat serangan hama
dan penyakit, polong tua maupun yang patah
akibat panen yang kurang baik, semuanya harus
dipisahkan.
Penyimpanan
�� Cara penyimpanan yang biasa dilakukan adalah
dengan sistem refrigasi (pendinginan), dengan suhu
0-4,4 °C dan RH 85-90%. Ruangan penyimpanan
diusahakan agar udara segar dapat beredar dan
selalu berganti.


Budidaya Tanaman Lainnya:



 
Copyright 2011. vitroculture.blogspot.com . All rights reserved