Tuesday, April 27, 2010

BUDI DAYA BUNCIS

Tuesday, April 27, 2010

Nama Latin: Phaseolus vulgaris.
Nama Inggris: French Beans
Famili : LEGUMINOCEAE
1. Cultivar
�� Lebat 1, Gypsy, Early Bush, Green Coat, Purple Coat
2. Penyiapan Benih




�� Benih yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : mempunyai daya tumbuh minimal 80-85 %, bentuknya utuh, bernas, warna mengkilat, tidak bernoda coklat terutama pada mata bijinya, bebas dari hama dan penyakit, seragam dan tidak tercampur varietas lain serta bersih dari kotoran.
�� Apabila jumlah benih yang ada melebihi jumlah benih yang dibutuhkan, maka dibutuhkan suatu penyimpanan dengan memberi suhu 18-20ÂșC, RH 50-60%, kandungan air benih 14%.
3. Persiapan Lahan
Pembukaan Lahan
�� Lahan dapat dibersihkan secara manual yaitu
dengan cara mencabut gulma dengan tangan,
cangkul ataupun traktor. Dan secara kimia yaitu
dengan menggunakan herbisida. Setelah bersih,
tanah dicangkul 1-2 kali sedalam 20-30 cm.
Pembuatan Bedengan
�� Bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5 meter,
lebar 1 meter dan tinggi 30 cm,jarak antar
bedengan 40-50 cm. Untuk tanah pekarangan
dibuat guludan dengan panjang 5 meter, lebar 20
cm, tinggi 10-15 cm dan jarak antar guludan 70 cm.
Pengapuran
�� Tanah di Indonesia umumnya bersifat masam,
sebelum penanaman diperlukan pengapuran
dilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman.
4. Penanaman
Penentuan Pola Tanam
�� Jarak penanaman adalah 20x50 cm atau 20x40 cm.
Penentuan jarak tanam harus diperhatikan karena
berhubungan dengan ketersediaan air, unsur hara,
dan cahaya matahari.
Pembuatan Lubang Tanam
�� Membuat lubang tanam dengan cara ditugal.
Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah remah dan
gembur. Untuk tanah liat ukuran 2-4 cm.
Cara Penanaman
�� Tiap lubang tanam diisi 2-3 butir benih.
4. Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman
�� Penyulaman dilakukan dibawah 10 HST
Pengguludan
�� Peninggian guludan dilakukan setelah 20-40 hari
setelah tanam.
Pemangkasan
�� Pemangkasan dilakukan sebatas pembentukan
sulur setelah tanaman berumur 2 dan 5 minggu.
Pemupukan
�� Pemupukan dilakukan pada umur 14-21 HST.
Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan
disajikan pada Tabel 6. www.vitroculture.blogspot.com
Pengairan
�� Biasanya pengairan dilakukan pada musim
kemarau yaitu pada umur 1-15 hari dilakukan 2 kali
sehati pagi dan sore. Bila penanaman dilakukan
pada musim hujan, yang perlu diperhatikan adalah
masalah pembuangan saja.
Pemeliharaan Lain
�� Ajir perlu diberikan agar pertumbuhan dapat lebih
baik. Panjang ajir 2 m dan lebar 4 cm dipasang
secara berhadapan dan diikat menjadi satu bagian
pada ujungnya. Pemberian ajir pada saat tanaman
berusia 20 hari.
5. Panen dan Pascapanen
Ciri dan Umur Panen
�� Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berusia
60 hari dan polong memperlihatkan ciri-ciri : warna
polong agak muda dan suram, permukaan kulitnya
agak kasar, Biji dan polong belum menonjol dan
polong akan mengeluarkan bunyi letupan jika
dipatahkan.
Periode Panen
�� Pemanenan dilakukan secara bertahap yaitu setiap
2-3 hari sekali dan dihentikan pada saat tanaman
berumur 80 hari atau 7 kali panen.
Sortasi
�� Plong buncis yang cacat akibat serangan hama
dan penyakit, polong tua maupun yang patah
akibat panen yang kurang baik, semuanya harus
dipisahkan.
Penyimpanan
�� Cara penyimpanan yang biasa dilakukan adalah
dengan sistem refrigasi (pendinginan), dengan suhu
0-4,4 °C dan RH 85-90%. Ruangan penyimpanan
diusahakan agar udara segar dapat beredar dan
selalu berganti.


Selengkapnya...April 2010

Friday, April 9, 2010

BUDI DAYA TANAMAN BROKOLI

Friday, April 9, 2010

DAYA BROKOLI
Nama Latin : Brassica olerecea cv. Brocolli
Nama Inggris: Brocolli
Famili : BRASSICACEAE



1. Cultivar
�� Royal Green, Delicate Green, Green King, Radiant
Green, Tender Green, Green Jewel
2. Penyiapan Benih
�� Sterilisasi benih, dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau dengan merendam benih dalam air panas 55o C selama 15-30 menit
�� Penyeleksian benih, dengan merendam biji dengan air, dimana benih yang baik akan tenggelam
�� Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih cepat berkecambah
3. Persemaian
Tempat persemaian
�� Penyemaian di bedengan : sebelum bedengan
dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm lalu dibuat
bedengan selebar 110-120 cm memanjang dari
Utara ke Selatan. Bedengan dinaungi dengan
naungan plastik, jerami atau daun-daunan setinggi
1,25-1,50 m di sisi Timur dan 0,8-1,0 m di sisi Barat.
�� Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu
disebar merata diatas bedengan atau disebar di
dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.
Alat Persemaian
�� Kertas plastik atau daun pisang : ukuran diameter 4-
5 dan tinggi 5 cm
�� Sprayer (hand sprayer) : volume 1 liter
�� Media semai : campuran ayakan pupuk kandang
matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2
atau 1:1
Penyemaian Benih
�� Penyemaian dilakukan dengan dua cara yaitu
disebar merata diatas bedengan atau disebar di
dalam barisan sedalam 0,2-1,0 cm.
Transplanting
�� Sekitar 2 minggu setelah semai, bibit dipindahkan ke
dalam bumbung. Lalu bibit dipindahkan ke
lapangan setelah memiliki 3-4 helai daun atau kirakira
berumur 1 bulan.
4. Persiapan Lahan
�� Lahan dibersihkan dari tanamn liar dan sisa-sisa
akar, dicangkul sedalam 40-50 cm, lalu dibuat
bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 35 cm dengan
jarak bedengan 40 cm. Pada lahan miring perlu
dibuat parit di antara bedengan tetapi jika lahan
datar, parit ini tidak perlu dibuat.
�� Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih
rendah dari 5,5 dengan dosis kapur yang sesui
dengan nilai pH tanah tetapi umumnya berkisar
antara 1-2 ton/ha dalam bentuk kalsit atau dolomit.
Kapur dicampurkan merata dengan tanah pada
saat pembuatan bedeng.
�� Pada saat pembuatan bedengan berlangsung,
campurkan 12,5-17,5 ton/ha pupuk kandang di
tambahkan dengan asumsi populasi tanaman/ha
antara 25.000-35.000.
�� Selain itu juga diberikan pupuk dasar berupa ZA, urea, SP-36 dan KCl Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada Tabel 5. www.vitroculture.blogspot.com
5. Penanaman
�� Jarak tanam yang dipakai adalah 50x50 cm untuk
kultivar bertajuk lebar dan 45x65 cm untuk kultivar
tegak.
�� Waktu tanam terbaik adalah di pagi hari antara jam
06.00-09.00 atau sore hari antara jam 15.00-17.00
�� Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah
berumur sekitar satu bulan, atau sudah mempunyai
3-4 helai daun.
�� Satu lubang tanam diisi satu bibit.
�� Pemindahan secara hati-hati jangan sampai akar
atau daunnya rusak.
6. Pemeliharaan
Penyulaman
�� Jika ada tanaman yang rusak atau mati,
penyulaman dapat dilakukan sampai sebelum
tanaman berumur kira-kira dua minggu.
Perempalan
�� Perempalan tunas cabang dilakukan seawal
mungkin supaya ukuran dan kualitas massa bunga
yang terbentuk optimal.
�� Segera setelah terbentuk massa bunga, daun-daun
tua diikat sedemikian rupa sehingga massa bunga
ternaungi cahaya matahari. Penutupan ini berfungsi
untuk mempertahankan warna bunga supaya tetap
putih.
Pengendalian Hama dan Penyakit
�� Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan
melakukan bibit yang bebas penyakit, merendam
benih di air panas (50o C) atau di dalam
fungisida/bakterisida selama 15 menit, sanitasi
kebun, rotasi tanaman, menanam kutivar tahan
penyakit, menghindari tanaman dari kerusakan
mekanis atau gigitan serangga, melakukan sterilisasi
media semai atau lahan kebun, pengapuran pada
tanah masam dan mencabut tanaman yang
terserang penyakit.
�� Untuk mencegah serangan hama dan penyakit,
penyemprotan pestisida telah dilakukan walaupun
belum ada gejala serangan, penyemprotan
dilakukan setiap 2 minggu.
Penyiangan
�� Penyiangan yang dilakukan bersamaan dengan
penggemburan dilakukan bersama-sama dengan
pemupukan susulan yaitu 7-10 hari setelah hari
tanam (hst), 20 HST, dan 30-35 HST. Penyiangan dan
penggemburan harus dilaksanakan dengan hatihati
dan jangan terlalu dalam agar tidak merusak
akar kubis bunga yang dangkal.
�� Pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki
masa pembungaan) penyiangan dihentikan.
Pemupukan tambahan
�� Pupuk susulan diberikan pada umur 1,3,5 MST di
sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batangnya
lalu ditimbun tanah. Dosis pupuk sesuai dengan
rekomendasi
�� Bersamaan dengan pupuk susulan III tanaman
dapat juga disemprot dengan pupuk daun yang
mengandung N dan K tinggi.
Penyiraman
�� Pengairan dilakukan secara rutin di pagi atau sore
hari. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan 1-
2 kali sehari terutama pada saat tanaman berada
pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan
bunga.


Selengkapnya...April 2010

Thursday, April 8, 2010

Budidaya tanaman BAYAM

Thursday, April 8, 2010

BAYAM
Nama Latin: Amaranthus sp.
Nama Inggris: Amaranth


Famili : AMARANTHACEAE
1. Cultivar
�� Varietas bayam yang banyak ditanam dan mempunyai nilai komersial yang tinggi antara lain Cummy, Green Lake, Tark, Strayful. Selain itu dikenal juga varietas lokal yang tidak kalah bagus kualitasnya antara lain Giti merah, Giti hijau, Cimangkok, Kuningan, dan Sukamandi.
2. Syarat tumbuh
�� Bayam termasuk sayuran dataran tinggi. Tetapi
dapat hidup di dataran rendah. Bayam
menghendaki tanah yang subur dan gembur.
Derajat kemasaman (pH) yang diinginkan berkisar 6-
7. Tanah yang pHnya lebih tinggi atau lebih rendah
tanaman bayam tidak dapat tumbuh dengan baik.
3. Penanaman
�� Pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, dan
pembuatan bedengan. Pengolahan tanah untuk
semua jenis bayam hampir sama. Namun untuk
bayam tahunan agak berbeda karena memiliki
akar lebih panjang dari bayam cabut sehingga
pencangkulan lubang lebih dalam.
�� Pemberian pupuk dasar dilaklukan bersamaan
dengan pengolahan tanah. Bedengan penanaman
dibuat dengan ukuran 1 m x 5 m. Sebaiknya
bedengan dibut agak tinggi untuk mencegah
kelurnya benih bayam pada saat disiram. Diantara
bedengan dibuat parit untuk memudahkan
penyiraman. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi
pemupukan disajikan pada Tabel 4. www.vitroculture.blogspot.com
�� Sebelum benih ditabur perlu dicampurkan dengan
abu dengan perbandingan 1 bagian benih : 10
bagian abuuntuk penaburan benih merata & tidak
bertumpuk-tumpuk. Benih bayam dapat ditaburkan
pada garitan yang dibuat menurut baris sepanjang
bedengan dengan jarak antar baris sekitar 20 cm.
Untuk keperluan benih 1Ha sekitarr 5-10 Kg benih.
�� Benih yang ditabur segera ditutup tanah tipis secara
merata kemudian disiram dengan menggunakan
gembor penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore
kecuali turun hujan.
4. Pemeliharaan
�� Aspek penting adalah penyiangan, pengemburan,
pemberian pupuk susulan dan pengendalian
hama/penyakit.
�� Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 MST
selanjutnya dua minggu sekali.
5. Penyakit yang sering menyerang adalah
Downy mildew
�� Ditandai dengan daun bagian atas menguning,
daun bagian bawah berwarna hijau keunguan
pada akhirnya berwarna cokelat. Sering timbul bila
ditanam pada musim hujan dan dingin.
Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik
daun yang diserang. Pemberantasan dengan
Dithane M-45 dosis 1,5-2 g/L
Spinach blight (oleh Virus Mozaik cucumber )
�� Ditandai dengan daun menyempit, mengecil,
menggulung dan berkerut. Permukaan daun
berwarna kuning biasanya menyerang daun muda.
Agar tidak meluas tanaman yang terinveksi harus
segera dimusnahkan karena belum ada obatnya.
Pencegahan dilakukan dengan penyiangan gulma,
penyemprotan lalat pembawa virus dengan Ambus
2 EC atau Lannate 2 EC 2 g/L
Penyakit noda daun (leaf spot)
�� Ditandai dengan noda cokelat pada setengah
bagian daun, meluas sehingga menghancurkan
daun. Agar tidak meluas harus tanaman
dihancurkan. Disemprotkan dengan Dithane M-45
dosis 1,5-2 g/L untuk tanaman yang belum diserang.
�� Gangguan ini dapat disebabkan oleh kekurangan
unsur Mn. Upaya penanggulangan diberi Multitonik
(pupuk yang mengandung Mn) dosisnya
disesuaikan dengan kebutuhan. Pencegahan
dengan pemberian kapur pada saat pengolahan
tanah terutama pada tanah yang kekurangan Mn.
6 Pemanenan.
�� Bayam cabut : penjarangan dilakukan 20 HST
kemudian hari ke-25, 30 dan seterusnya hingga
semua selesai panen.
�� Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20
sehingga menghasilkan jarak tanam 50 x 40 cm
panen dilakukan sekitar 3 MST caranya pucukpucuk
daun atau pada ujung-ujung cabang telah
dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktuwaktu
bila di perhatikan.



Selengkapnya...April 2010

Tuesday, April 6, 2010

BUDIDAYA BAWANG PUTIH

Tuesday, April 6, 2010

Nama Latin: Allium sativum L.
Nama Inggris: Garlic
Famili : LILIACEAE
1. Cultivar
�� Tawangmangu Baru, TW.
2. Pembibitan
�� Keberhasilan usaha tani bawang putih sangat ditunjang oleh faktor bibit karena produksinya tergantung dari mutu bibit yang digunakan. Umbi yang digunakan sebagai bibit harus bermutu tinggi, berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat, serta bebas dari hama dan patogen.


BUDIDAYA BAWANG PUTIH
Persyaratan Benih
�� Mutu bibit/benih bawang putih yang baik harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) Bebas hama dan penyakit
b) Pangkal batang berisi penuh dan keras
c) Siung bernas
d) Besar siung untuk bibit 1,5 sampai 3 gram.
Penyiapan Benih
�� Benih bawang putih berasal dari pembiakan
generatif dengan umbinya. Kultur jaringan juga
merupakan metode untuk mengisolasi bagian
tanaman seperti jaringan serta menumbuhkannya
dalam kondisi aseptik sehingga bagian-bagian
tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi
tanaman lengkap. Dengan kultur jaringan dapat
diperoleh perbanyakan mikro/produksi tanaman
baru dalam jumlah besar dalam waktu relatif
singkat. Umbi bawang putih dapat diperoleh di kios
penjual bibit atau produsen bibit. Selain itu, umbi
bibit juga dapat diperoleh dari hasil panen
sebelumnya yang telah dipersiapkan untuk umbi
bibit.
�� Penyimpanan bibit pada umumnya dilakukan oleh
petani di para-para dan digantung dengan cara
pengasapan. Cara ini praktis tetapi seringkali
merusak umbi bibit dan memiliki penampilan yang
kurang menarik dan memberikan warna yang
kecoklat-coklatan. Cara penyimpanan umbi bibit
lain terdiri dari penyimpanan alami, penyimpanan di
ruangan berventilasi dan penyimpanan pada suhu
dingin.
3. Pengolahan Lahan
Persiapan
�� Penanaman bawang putih biasanya dilakukan di
daerah persawahan yaitu setelah panen padi.
Pengolahan lahan bertujuan menyiapkan kondisi
tanah sesuai dengan yang diinginkannya. Secara
garis besar pengolahan tanah meliputi kegiatan
penggemburan (dicangkul/dibajak), pembuatan
bedengan dengan saluran air, pengapuran (untuk
tanah asam) dan pemberian pupuk dasar. Tanah
yang asam dinetralkan sebulan sebelum tanam. Bila
pH kurang dari 6, dosis kapurnya sekitar 1-2 ton/ha.
�� Jumlah bibit yang diperlukan dipengaruhi oleh
berbagai faktor, antara lain:
a) pola tanam
b) jarak tanam
c) permukaan lahan
d) ukuran umbi bibit
�� Kebututuhan umbi bibit untuk bawang putih
apabila jarak tanam 20 x 20 cm jumlah kebutuhan
bibit antara 200.000-250.000 siung/200 kg siung, jarak
tanam 20 x 15 cm jumlah kebutuhan bibit antara
240.000-300.000 siung/sekitar 240 kg siung, dan untuk
jarak tanam 20 x 10 cm jumlah kebutuhan bibitnya
adalah antara 400.000-500.000 siung/sekitar 400 kg
siung. Jumlah bibit akan menentukan volume
produksi.
Pembukaan Lahan
�� Lahan yang akan ditanami apabila bekas panen
pada sawah masih ada maka perlu dibersihkan.
Apabila lahan yang hendak ditanami bukan bekas
sawah, tanah harus dibajak/dicangkul hingga
benar-benar gembur. Setelah itu lahan dibiarkan
selama kurang lebih 1 minggu sampai bongkahan
tanah tersebut menjadi kering, selanjutnya
bongkahan tanah tersebut dihancurkan dan
diratakan lalu dibiarkan lagi, beberapa hari
kemudian dilakukan lagi pembajakan untuk yang
kedua kalinya. Dengan cara seperti ini bongkahan
tanah akan hancur lebih halus lagi.
Pembentukan Bedengan
�� Pembuatan bedengan mula-mula dilakukan
dengan menggali tanah untuk saluran selebar dan
sedalam ± 40 cm. Tanah galian tersebut diletakkan
di samping kiri dan kanan saluran, selanjutnya
dibuat menjadi bedengan-bedengan. Lebar
bedengan biasanya 80 cm dengan panjang 300
cm dan tinggi 40 cm. Tinggi bedengan dibuat
berdasarkan keadaan tanah lokasi. Kalau tanahnya
agak berat, bedengan perlu sedikit ditinggikan.
Apabila tanahnya berpasir, bedengan tidak perlu
terlalu tinggi.
Pengapuran
�� Keasaman tanah yang ideal untuk budidaya
bawang putih berkisar antara pH 6-6,8. Jika
keasaman tanah masih normal, pH nya berkisar 5,5-
7,5, belum merupakan masalah. Yang menjadi
masalah adalah apabila keasaman tinggi, pH nya
rendah. Untuk menurunkan tingkat keasaman
tanah, menaikkan pH, perlu dilakukan pengapuran.
�� Waktu pemberian kapur yang baik adalah pada
saat akhir musim kemarau menjelang musim hujan.
Pemberian kapur ke dalam tanah dilakukan 2-4
minggu sebelum tanaman ditanam. Selain itu, faktor
cuaca juga perlu diperhatikan pada saat
pemberian kapur.
�� Lahan yang akan dikapur harus dibersihkan dari
rumput pengganggu (gulma). Setelah bersih, tanah
dicangkul secara keseluruhan. Apabila lahan cukup
luas, sebaiknya dibagi menjadi beberapa petak
untuk mempermudah pemberian kapur dan agar
kapur yang diberikan merata ke seluruh lahan.
Pemberian kapur dilakukan dengan cara ditabur,
seperti memupuk padi. Setelah ditaburi kapur
secara merata, tanah dicangkul lagi agar kapur
bercampur dengan tanah dan cepat bereaksi.
Selanjutnya, tanah dibiarkan selama 2-3 minggu,
lalu diolah lagi untuk ditanami. Pengapuran
dilakukan secara bertahap agar kondisi lahan tidak
rusak. Adapun kebutuhan Dolomit untuk
menetralkan tanah adalah sebagai berikut:
a) pH tanah 4,0 = 10,24 ton/ha.
b) pH tanah 4,5 = 7,87 ton/ha.
c) pH tanah 5,0 = 5,49 ton/ha.
d) pH tanah 5,5 = 3,12 ton/ha.
e) pH tanah 6,0 = 0,75 ton/ha. By www.vitroculture.blogspot.com
Pemasangan Pupuk Dasar (Preplant)
�� Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk
kandang, Urea, TSP dan ZK. Pupuk kandang di
berikan sebanyak 20 ton /ha. Pemberian pupuk
dasar tidak perlu terlalu dalam, cukup disebarkan di
atas bedengan kemudian dicampur dengan tanah
atau dibenamkan ke dalam larikan yang dibuat
disamping barisan tanaman.
Pemberian Jerami Sebagai Mulsa
�� Untuk mempertahankan kondisi tanah setelah
penanaman, bedengan ditutup dengan jerami
secara merata. Penutupan dengan jerami jangan
terlalu tebal karena dapat mempersulit bibit yang
baru tumbuh untuk menembusnya. Selain untuk
mempertahankan kondisi tanah, mempertahankan
suhu dan kelembaban permukaan, penutupan
dengan jerami juga dimaksudkan untuk
memperbaiki struktur tanah, apabila jerami telah
membusuk.
4. Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
�� Penanaman bawang putih dapat dilakukan satu
atau dua kali setahun dengan mengadakan
penyesuaian varietas. Pola tanam bawang putih
dalam setahun dapat dirotasikan sebagai berikut:
a) Bawang putih - sayuran - bawang putih
b) Bawang putih - sayuran tumpang sari palawija -
bawang putih
c) Bawang putih - tumpang sari palawija atau
sayuran.
�� Penggunaan jarak tanam yang sesuai dapat
meningkatkan hasil umbi per hektar. Jarak tanam
yang terlalu rapat akan menghasilkan umbi yang
relatif kecil walaupun hasil per satuan luas
meningkat. Jarak tanam yang digunakan dapat
bervariasi menurut kebutuhan yang paling
menguntungkan, tetapi yang biasa digunakan
adalah (15 x 10) cm.
Pembuatan Lubang Tanam
�� Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan
tugal atau alat lain. Kedalaman lubang untuk
penanaman bawang putih adalah 3-4 cm (setinggi
ukuran siung bibit). Setelah lubang tanam terbentuk,
umbi bibit siap ditanam.
Cara Penanaman
�� Sehari sebelum ditanam, bibit bawang putih yang
masih berupa umbi dipipil/dipecah satu per satu
sehingga menjadi beberapa siung. Agar lebih
mudah memecahkan umbi dan menghindari
terkelupasnya kulit siung, sebaiknya umbi dijemur
selama beberapa jam. Bibit siung tersebut
selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam di
atas bedengan. Lubang tanam jangan dibuat
terlalu dalam supaya bibit tidak terbenam
seluruhnya.
�� Jika bibit terlalu dalam ditanam atau terbenam
seluruhnya ke dalam tanah, tunas barunya akan
sukar tumbuh dan dapat terjadi pembusukan bibit.
Sebaliknya, lubang tanam juga jangan dibuat
terlalu dangkal karena nantinya tanaman akan
mudah rebah. Setiap lubang ditanam satu bibit dan
diusahakan agar 2/3 bagian yang terbenam ke
dalam tanah dengan posisi tegak lurus. Posisi siung
jangan sampai terbalik, sebab walau masih dapat
rumbuh, tetapi pertumbuhannya tidak sempurna.
5. Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman
�� Bawang yang ditanam kadang-kadang tidak
tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau
faktor bibit. Oleh karena itu, tidak mengherankan
jika dalam suatu lahan ada tanaman yang tidak
tumbuh sama sekali, ada yang tumbuh lalu mati,
dan ada yang pertumbuhannya tidak sempurna.
Jika keadaan ini dibiarkan, maka produksi yang
dikehendaki tidak tercapai. Oleh sebab itu, untuk
mendapatkan pertumbuhan yang seragam,
seminggu setelah tanam dilakukan penyulaman
terhadap bibit yang tidak tumbuh atau
pertumbuhannya tampak tidak sempurna. Biasanya
untuk penyualaman dipersiapkan bibit yang
ditanam di sekitar tanaman pokok atau disiapkan di
tempat khusus. Persiapan bibit cadangan ini
dilakukan bersamaan dengan penanaman
tanaman pokok.
Penyiangan
�� Pada penanaman bawang putih, penyiangan dan
penggemburan dapat dilakukan dua kali atau
lebih. Hal ini sangat tergantung pada kondisi
lingkungan selama satu musim tanam. Penyiangan
dan penggemburan yang pertama dilakukan pada
saat tanaman berumur 3-2 minggu setelah tanam.
Adapun penyiangan berikutnya dilaksanakan pada
umur 4-5 minggu setelah tanam. Apabila gulma
masih leluasa tumbuh, perlu disiang lagi. Pada saat
umbi mulai terbentuk, penyiangan dan
penggemburan harus dilakukan dengan hati-hati
agar tidak merusak akar dan umbi baru.
Pembubunan
�� Dalam penanaman bawang putih perlu dilakukan
pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan
pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika
diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah
dari selokan/ parit di sekeliling bedengan, agar
bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi
lebih dalam sehingga drainase menjadi normal
kembali. Pembubunan juga berfungsi memperbaiki
struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan
tanah tertutup kembali sehingga tanaman berdiri
kuat dan ukuran umbi yang dihasilkan dapat lebih
besar-besar.

Selengkapnya...April 2010

Monday, April 5, 2010

Budidaya BUDIDAYA BAWANG MERAH

Monday, April 5, 2010

Nama Latin: Allium ascalonicum L.
Nama Inggris: Shallot
Famili : AMARYLIDACEAE/LILIACEAE
1. Cultivar:
�� Sumenep, Lokal Brebes, Ampenan, Tanduyong, Ilocos.
2. Pemilihan bibit
�� Bibit bawang merah dipilih yang sehat : warna mengkilat, kompak/tidak keropos, kulit tidak luka dan telah disimpan 2-3 bulan setelah panen.
3. Persiapan lahan
�� Lahan dibuat bedengan dengan lebar 0.9 m.



Diantara bedengan dibuat parit dengan lebar 0,6
m dan kedalaman 0,5 m (sistem surjan), Bila pada
lahan kering kedalaman parit dibuat lebih dangkal.
Tanah diatas bedengan dicangkul atau dibajak
sedalam 20 cm sampai gembur.
�� Jarak tanam bawang merah pada musim kemarau
15x15 cm atau 15x20 cm, sedang pada musim
hujan 15x20 cm atau 20x20 cm .
�� Jika pH tanah kurang dari 5,6, dilakukan
pengapuran dengan menggunakan Kaptan atau
Dolomit minimal 2 minggu sebelum tanam dengan
dosis 1-1,5 ton/ha.
�� Pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/ha atau
kompos matang sebanyak 5-10 ton/ha disebar
dan diaduk rata dalan lapisan olah 1 minggu
sebelum tanam.
4. Penanaman
�� Jika umur simpan bibit yang akan ditanam kurang
dari 2 bulan, dilakukan “pemogesan” (pemotongan
ujung umbi) kurang lebih 0,5 cm untuk
memecahkan masa dormansi dan mempercepat
pertumbuhan tanaman.
�� Kemudian umbi bibit ditanam dengan cara
membenamkan seluruh bagian umbi.
5. Pemeliharaan
Penyiraman
�� Dilakukan sesuai dengan umur tanaman : umur 0-10
hari, 2x /hari (pagi dan sore hari), umur 11-35 hari,
1x/hari (pagi hari), umur 36-50 hari, 1x/hari (pagi
atau sore hari).
Pemupukan
�� Pemupukan dasar dilakukan pada saat tanam
(Preplant), sedangkan pemupukan susulan
dilakukan pada umur 14 hari dan umur 35 hari
setelah tanam.
�� Jenis yang diberikan aadalah Urea, ZA, SP-36,
pupuk diaduk rata dan diberikan di sepanjang
garitan tanaman. Perkiraan dosis dan waktu aplikasi
pemupukan disajikan pada Tabel 2. www.vitroculture.blogspot.com
Penyiangan
�� Dilakukan minimal dua kali/musim, yaitu menjelang
dilakukannya pemupukan susulan.
Pengendalian Hama dan Penyakit
�� Pengendalian HPT dilakukan bila perlu saja, yaitu
bila terlihat gejala adanya serangga atau penyakit.
Untuk mengendalikannya disemprotkan insektisida,
fungisida sesuai dosis yang dianjurkan atau
mencabut tanaman dan membakarnya .
6. Panen dan Pasca Panen
�� Untuk bawang konsumsi, waktu panen ditandai
dengan 60-70% daun telah rebah, sedangkan untuk
bibit kerebahan daun lebih dari 90%. Panen
dilakukan waktu udara cerah.
�� Pada waktu panen, bawang merah diikat dalam
ikatan-ikatan kecil (1-1,5 kg/ikat), kemudian dijemur
selama 5-7 hari. Setelah kering “askip” (penjemuran
5-7 hari ), 3-4 ikatan bawamg merah diikat menjadi
satu , kemudian bawang dijemur dengan posisi
penjemuran bagian umbi diatas selama 3-4 hari.
Pada penjemuran tahap kedua dilakukan
pembersihan umbi bawang dari tanah dan kotoran
Bila sudah cukup kering (kadar air kurang lebih 85%),
umbi bawang merah siap dipasarkan atau disimpan
di gudang.



Selengkapnya...April 2010

Saturday, April 3, 2010

BUDIDAYA BAWANG DAUN

Saturday, April 3, 2010

Bawang daun Nama Latin: Allium fistulosum L.
Nama Inggris: Welsh onion
Famili : LILIACEAE
1. Cultivar
Rp (Lokal Cipanas), Fragrant, Miranda, Freda, Lorie, Linda
2. Pembibitan dengan Persemaian
Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30 cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2 kg/m.
Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100- 150 cm di sisi Timur dan 60-80 cm di sisi Barat.


�� Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.
�� Tutup dengan daun pisang/karung goni basah.
�� Setelah berkecambah penutup dibuka.
�� Penyiraman setiap hari.
�� Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 - 1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 bulan).
�� Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15 cm
siap dipindah tanamkan.
Pembibitan dari Anakan
�� Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5
bulan dan sehat.
�� Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan
tanah yang menempel dan akar/daun tua.
�� Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa
rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
�� Buang sebagian daun.
�� Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama
5-7 hari.
3. Pengolahan Lahan
�� Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum
tanam.
�� Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat
(lahan kering):
a) Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
b) Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur.
c) Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran
air.
d) Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm
dengan lebar antar bedengan 25-30 cm.
e) Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha
pupuk kandang dan ratakan permukaan
bedengan.
�� Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5
dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata
dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
�� Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan
disajikan pada Tabel 1.
4. Penanaman
�� Biasanya ditanaman dengan pola tanam tumpang
sari.
�� Bibit ditanam di antara tanaman utama yang
berumur lebih panjang dari bawang daun.
�� Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup,
bawang daun harus sudah dipanen.
�� Sistem tumpang sari yang sekarang banyak
ditanam adalah dengan tanaman cabe, wortel
dan sayuran daun lain.
�� Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober)
atau awal kemarau (Maret).
�� Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm
sedalam 10 cm.
�� Sebelum penanaman, bibit dari persemaian
dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun
dipotong.
�� Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga
dibuang.
�� Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah
(30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
�� Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di
sekitar pangkal bibit pelan-pelan.
5. Pemeliharaan
�� Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam.
Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan
6 minggu dengan cangkul/kored.
�� Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu
sebelum panen
�� Potong tangkai bunga dan daun tua untuk
merangsang pertumbuhan anakan.
�� Siram 2 kali sehari
�� Tidak boleh becek/terlalu basah.
�� Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu /jika
sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama
dan penyakit.
Hama dan Penyakit
�� Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.)
Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan
tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia
dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade
50 EC atau dengan perangkap ngengat.
�� Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian
mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari,
menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman
dengan tanaman bukan Liliaceae. Pengendalian
kimia: umpan beracun yang dipasang di malam
hari berupa campuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125,
10 kg dedak dan 0,5 gram gula merah dan
dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa
Dursban 20 EC atau Hostahion 40 EC.
�� Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.)
Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae;
menanam secara serempak; memasang
perangkap serangga berupa kertas/dengan
insektisida Mesurol 50 WP.
�� Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.)
Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah,
pergiliran tanaman dengan tanaman bukan
Liliaceae dan menggunakan bibit sehat. Fungisida
yang digunakan adalah Antracol 70 WP, Dithane M-
45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.
�� Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor
(Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan
benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman
bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45,
Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.
�� Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.)
Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna
kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk.
Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea,
penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan
kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida
Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.
�� Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.)
Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun
mengecil dan tanaman mati mendadak.
Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat,
perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan
tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman
yang sakit dan fungisida Antracol 70 WP dan
Daconil 75 WP.
6. Panen
�� Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam.
�� Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa
daun menguning.
�� Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di
sore hari/pagi hari.
�� Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.



Selengkapnya...April 2010
 
Copyright 2011. vitroculture.blogspot.com . All rights reserved